Wednesday, September 19, 2018

Kenapa di Desa Sikapak Tidak Boleh Nikah Satu Kampung?

baselo.com


Tunggu dulu sanak. Jika kamu menjawab judul diatas dengan joke receh - masa nikah sekampung, banyak amat - hentikan usahamu sekarang juga. Saya serius. Setidaknya sedang berusaha serius.

Menikah dengan orang sesama kampung (dusun) dilarang di Desa Sikapak. Diperbolehkan jika beda dusun. Begitu aturan tak tertulisnya. Ada beberapa alasan yang melahirkan aturan tersebut. Mulai dari perspektif adat, sosial dan ekonomi.

Satu Ibu
Warga dusun Desa Sikapak dianggap sebagai satu keturunan. Satu Ibu. Satu niniak mamak. Dianalogikan jika ada anak muda yang kelaparan maka minta saja makan minum kepada orang tua siapapun dalam satu dusunnya pasti akan dikasih karena mereka bersaudara. Jadi tidak mungkin menikah dengan saudara sendiri.

Sumando atau Anak Nagari?
Hal yang biasa ditemukan dalam suatu lapau (warung) sebagai tempat nongkrong terdengar senda gurau, sindir menyindir, gelak tawa dan berbagai bentuk obrolan seru lainnya. Apalagi di Desa Sikapak yang punya lumayan banyak lapau tapi tersegmentasi. Ada lapau anak muda, ada lapau generasi old school.

Nah permasalahan adalah tentang status orang sumando (mempelai pria). Jika menikah dengan orang sesama kampung, maka kedudukan mempelai pria agak riskan dan rentan. Satu sisi dia adalah anak nagari,  sebagai sumando juga.

Sumando adalah tamu. Orang Minang sangat menghormati tamu. Salah satu caranya dengan tidak sembarang bertutur kata dengan sumando. Di lapau sebagai tempat umum dan terbuka, bisakah tutur kata diatur ketat? Jadi kepada mempelai pria yang lagi nongkrong di lapau atau bertemu muka dimanapun, warga harus bersikap apa? Serba kikuk jadinya.

Diaspora Internasional
Mungkin inilah alasan utama kenapa dilarang menikah dengan sesama kampung di Desa Sikapak.

Diharapkan melalui pernikahan dengan orang luar daerah tercipta perluasan hegemoni kemasyarakatan. Terjalin kekerabatan baru, kehidupan pun berkembang. Secara perlahan nilai-nilai positif dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya bisa diraup. Hingga nantinya Indonesia jadi negara adidaya baru. Serius ini.

Meski tidak dianjurkan bahkan dilarang, sebenarnya pengecualian itu selalu ada. Tidak baku. Tidak kolot. Ada hal-hal yang bisa ditolerir sehingga boleh menikah sesama kampung. Misalnya kedua mempelai sama-sama perantau. Jadi setelah menikah mereka tinggal di luar daerah.


Jadi kapan nikah?

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search