Monday, October 31, 2016

Mencintai Rasulullah Berbalut Taqwa

Rasulullah memanggil ummatnya sebelum wafat. Tanda beliau sangat sayang pada mereka yang dilihat sehari - hari dan yang ada di masa kini.

Rasulullah, dengan seizin Allah tentu saja, mengetahui bagaimana kondisi ummatnya kelak. Beliau memikirkan. Beliau cinta.

Tapi ternyata, saat ini, terlalu banyak yang mengaku ummatnya. Hanya mengaku. Tidak disertai tindak tanduk sesuai ajaran Rasulullah.

Saya, salah satu yang masih harus banyak belajar mencintai Rasulullah dengan sebenar - benar cinta berbalut taqwa.

Jika sudah tahu semua cara hidup harian Rasulullah, sudahkah dipraktikkan? *sambil ngaca*

Banyak yang ngaku cinta Rasulullah, tapi terang-terangan melecehkan, menghina, menyakiti beliau. (pastilah saya juga, dengan tak sadar).

Perih jika ingat betapa Rasulullah mencintai saya, tapi apa balasan saya pada beliau? Bagaimana bisa saya mengaku cinta tanpa rasa hormat?

Setiap mendengar berita kematian, saat itu pula terbaik untuk sadar dan ingat bahwa Allah bisa memanggil makhluk-Nya kapan saja.

Misteri terbesar adalah, apakah kamu akan mati dalam keadaan mencintai Rasulullah atau sebaliknya? *self reminder*

Sudahkah kamu mematuhi Rasulullah tanpa tapi, seperti kamu tunduk pada resep dokter saat sakit?

Saya masih banyak salah dan dosa. Mengaku ummatnya tetapi masih sering abai dengan sunnah beliau. AstaghfiruLlah...

Di akhirat nanti, kamu akan dikumpulkan dengan orang yang kamu cintai. Maka, cintailah Rasulullah agar kelak bisa bersama beliau.

Itu pun, jika memang kamu mencintai beliau sepenuh jiwa. 😊 Kembali lagi, benarkah kamu termasuk ummatnya? Waullahu'alam.

___
@andiana (AnDiana Moedasir)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search