Saturday, March 05, 2016

Yo Bana Da. Ado Buayo di Kampuang Ambo!

Selain banyak zombie (baca: pengangguran), di Sikapak - kampung saya juga ditemukan buaya yang sejak zaman perang dunia tidak pernah ada. Uda Roni pun menuduh saya membual ketika diceritakan peristiwa penemuan anak buaya itu di sungai kecil kampung kami. Reptil buas ini sukses membuat heboh segenap penjuru kampung termasuk dunia maya.

Berikut salinan berita dari situs Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Pariaman,
Penemuan anak buaya sepanjang lebih kurang 30cm di Batanga Aie Taluak Batang Mangguang, Desa Sikapak berbatasan dengan Desa Tungka Selatan, Pariaman Utara, oleh warga, menandakan di sepanjang aliran sungai itu diduga terdapat habitat asli buaya. Penemuan buaya diketahui publik setelah fotonya diunggah ke jejaring sosial.

"Jika ada anaknya pasti ada induknya. Kita akan cari karena bisa membahayakan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman, Agusriatman, Jum'at, (4/3) via seluler.

Dia menghimbau agar seluruh masyarakat menghentikan seluruh aktifitas di sungai tersebut seperti mandi, memancing hingga mencuci.

"Hingga ada tindak lanjut dari kami bersama instansi terkait provinsi," tambahnya.

Dikatakannya saat ini dirinya sedang menuju lokasi penemuan anak buaya bersama dokter hewan dan tim, guna menemukan sarang dan induk buaya.

"Kita akan cari dan koordinasikan dengan pihak provinsi. Tapi yang pasti jika ditemukan akan kita tangkap dan serahkan kepada pihak provinsi untuk ditangkar, bukan untuk dibunuh," ungkap dia.

Sementara itu, Rudi (31) warga Pariaman menyebut, ditemukannya buaya dikarenakan terganggunya habitat asli reptil darat terbesar itu. Perkiraannya itu dilandasi pengetahuan yang ia dapat dari menonton chanel national geographic tentang kehidupan buaya.

"Bisa jadi habitat aslinya bukan di sungai itu. Mungkin buaya itu hijrah karena ekosistem tempat tinggalnya yang lama sudah rusak," kata Rudi.

Berita diatas mungkin terdengar kurang lengkap dan detail. Mungkin nanti Bang Aldi di sela kesibukannya, bersedia membuat tulisan tentang penemuan buaya di sungai kecil itu. Saya pun tak bisa menceritakan kronologi karena tak melihat langsung dan bertemu dengan saksi kunci (cieelahhh). Saya cuma mendengar dari mulut-mulut berikutnya yang bisa saja infonya bisa disunat dan bisa pula bertambah.

Yang jelas, yo bana da. Ado buayo di kampuang ambo!

 

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search