Tuesday, January 12, 2016

Tak Akan Lari Jodoh Dikejar

baselo.com


Jodoh merupakan suatu hal yang terkait dengan pemahaman terhadap takdir, terutama takdir azali yakni takdir yang ditetapkan lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.

Manusia ditakdirkan memiliki pasangan

Dalam berbagai ayat Al Qur’an disebutkan perihal ‘pasangan’. Seperti dalam Q.S. An-Naba’:8, “Dan kami jadikan kamu berpasang-pasangan,” dan Q.S. Adz-Dzariyat:49, ”Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah,”.

Sejatinya, Allah telah menciptakan pasangan untuk kita, Allah telah menetapkan jodoh kita. Hal tersebut seyogianya menimbulkan ketentraman bagi hati bahwa rizki yang ditetapkan untuk kita tak akan diambil oleh orang lain.

Jika kita mengimani ini, kita harus berupaya sungguh-sungguh, seperti halnya rizki, ada yang dipercepat dan ada pula yang diperlambat.

Sebelum berbicara jodoh, hendaknya berbicara keimanan kita terlebih dahulu

Kemaksiatan yang dibisikkan setan pertama kali adalah was-was. Ketika dihembuskan was-was, maka syariat akan dipinggirkan. Ketika was-was, manusia bisa mengambil jalan pintas, secara zahir dia mendapatkan sesuatu tetapi sejatinya hal tersebut mengundang murka Allah. Contohnya adalah pacaran. Jodoh kita telah ditetapkan, apakah akan diambil dengan jalan pacaran atau jalan yang diridai Allah adalah pilihan kita. Satu jalan bahwa jodoh diberikan sambil dimurkai, satunya diberikan dengan cinta.

Jodoh merupakan takdir mukhayyar yang mana manusia memiliki intervensi ‘memilih’ di dalamnya. Kita ditakdirkan memiliki sesuatu, tetapi pilihan kita akan dihisab dan dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan takdir musayyar yakni takdir yang membuat manusia tidak memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak seperti dilahirkan di negara mana, takdir ini tidak dimintai pertanggungjawaban.


Apa yang menyebabkan jodoh menjadi jauh? Dan apa yang dapat mengundang jodoh?

Berbicara tentang filosofi jodoh, kita dapat  mengambil ibrah dari kisah Adam dan Hawa. Dosa Adam atau dosa pertama manusia adalah tentang ‘salah makan’, ia memakan buah Khuldi yang dilarang oleh Allah untuk memakannya sehingga ia dikeluarkan dari surga dan dipisahkan dari pasangannya, Hawa, sejauh jarak Saudi Arabia dan India.

Maka, yang pertama kita lakukan untuk mengundang jodoh adalah membersihkan apa yang haram dari diri kita. Jangan cuek dengan urusan makan, baik secara zat maupun sumber (semisal dari harta yang diperoleh dari pekerjaan yang mengandung unsur riba). Dengan membersihkan apa yang haram dari diri kita, maka hal tersebut akan mengundang rahmat Allah.

Lalu, hal kedua yang dapat kita pelajari dari kisah Adam dan Hawa adalah Adam melakukan dosa karena ia bergaul dengan iblis, ia bercakap dan mendengar nasihat iblis tentang buah keabadian. Maka, patut ditelusuri apakah ada perjanjian antara keluarga dengan setan, atau apakah terdapat jin yang bersemayam dalam dirinya tanpa disadari. Karena tugas jin adalah menghalangi pernikahan dan prestasi terbesar iblis adalah menceraikan pasangan.

“Demi (Allah) yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah dua orang saling mencintai, lalu terceraikan antara keduanya, kecuali karena dosa yang dilakukan salah satunya.” (HR. Ahmad dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih At-Targhib: 3495)

Lalu, hal ketiga yang dapat dipelajari dari kisah Adam dan Hawa adalah keduanya dipersatukan setelah memohon ampun kepada Allah 

Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamna lana kunnana minal khosirin (Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi),” - QS. Al A'raf: 23

Dalam doa nabi Adam tersebut terkandung pernyataan i’tirof yakni mengakui dosa yang bisa jadi tidak kita ketahui, menunjukkan bahwa sang hamba merendahkan diri di hadapan Allah. Tidak ada alibi dalam dosanya, karena jika kita beralibi dalam dosa, taubat yang dilakukan belum sempurna.

Maka kita memohon ampun atas maksiat yang telah kita lakukan, karena jika tidak, kita akan rugi tidak mendapatkan rahmat Allah.

Jodoh merupakan urusan yang sepele bagi Allah, jika Allah cinta akan diberi. Maka berikhtiarlah untuk menjemput keridaan Allah. Karena jika Allah rida dan sayang kepada hamba-Nya, kebutuhan makhluk akan dipenuhi.

Wallahu a’lam

***

Ditulis ulang dengan izin dari blog 

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search