baselodotcom
Loading...

Filosofi Lapau Di Minangkabau

Lapau atau warung kopi identik oleh sebahagian orang tempat kongkow atau tempat berkumpulnya orang-orang hanya sekedar ngopi atau bersosiali...

Lapau atau warung kopi identik oleh sebahagian orang tempat kongkow atau tempat berkumpulnya orang-orang hanya sekedar ngopi atau bersosialisasi nya buruh kasar. Anggapan tersebut sangatlah berbeda di Ranah Minang atau di Sumatera Barat umum nya, tak terkecuali di daerah perantauan masyarakat Minang sendiri.

Makna secara tersirat lapau di Minangkabau merupakan sarana  komunikasi dan sosialisasi  masyarakat berdasarkan kearifan lokal. Lapau juga bisa menjadi Job Fair dadakan, media masyarakat, Bahkan bisa juga menjadi tempat menjalin silaturahmi antar masyarakatnya. Tak terkecuali di lapau lah terjadinya lobi-lobi kecil menentukan arah pembangunan nagari atau desa.

Pada sebahagian masyarakat masih menganggap negatif atau underestimate seseorang yang pergi ke lapau. Dimana masih meng ibarat kan lapau tempat yang tak penting dan kadang di anggap tempat berjudi atau bermain  gaple/ domino. Walaupun ada sebahagian kecil  oknum nakal memanfaatkan situasi tersebut, tapi tidak bisa Mengeneralisir atau pukul rata hal tersebut.

Di lapau , sesempit apapun waktu yang tersedia, orang-orang yang ada pasti sempat membahas sesuatu. Di lapau lah tempat orang saling berbagai pengalaman, adu argumen, dan semua yang ada di situ berperan sebagai “narasumber”, dan biasanya pembahasan akan menggunakan berbagai sudut pandang dan metoda  seperti agama, realita kehidupan dan filosofis.

Berkumpulnya semua golongan masyarakat dari pejabat, pedagang, tokoh Masyarakat , petani dan pemuda di lapau dapat dimanfaatkan dalam penyelesaian pelbagai permasalahan yang ada. secara tak langsung membuat Jarak  antar Masyarakatnya semakin dekat. Tak terkecuali kadang-kadang menjemput aspirasi anggota dewan lebih efektif dilakukan di lapau .

Berfikir dialogis, dialektis, egaliter, divergen adalah istilah-istilah asing tetapi tidak asing bagi orang Minang.
Bahkan ada anekdot di lapau, "apa yang menjadi berita hangat di Tv ,sudah selesai di lapau ujung pangkal nya". Atau istilah nya "alah putuih di lapau".

Bagi masyarakat Minang pergi kelapau sudah menjadi budaya yang tak tertulis, selesai pulang berkerja, baik orang kantoran ,wiraswasta maupun petani biasanya barang sebentar orang akan singgah kelapau untuk menghilangkan penat dan lelah saat berkerja dengan bercengkerama sesama rekannya.

Apabila sehari saja tidak mampir ke lapau biasanya  terasa ada sesuatu yang kurang.
Sosio 8770705998183977255

Home item