baselodotcom
Loading...

Tingkatan - Tingkatan Dalam Hidayah (1)

Sejarah manusia berasal dari seorang nabi yang menerima kalam dari Allah. Namun persoalan akidah tidak pernah berubah. Agama yang diridhai R...

Sejarah manusia berasal dari seorang nabi yang menerima kalam dari Allah. Namun persoalan akidah tidak pernah berubah. Agama yang diridhai Rabb kita, Rabb semesta alam, sejak zaman nabi Adam hingga akhir zaman adalah Islam. Allah berfirman, "Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (Ali Imran 3: 85)

Tingkat kenabian yang disandang oleh Adam merupakan peringkat hidayah yang paling tinggi. Imam Ibnul Qoyyim menggenapkan-peringkat peringkat hidayah tersebut hingga mencapai sepuluh tingkatan.

Tingkatan Pertama


Sebuah tingkatan dimana Allah SWT berbicara kepada hamba-Nya dalam keadaan terjaga tanpa perantara. Pembicaraan ini langsung dari Dia kepada hamba-Nya itu. Ini merupakan tingkatan hidayah yang paling tinggi. Misalnya Allah berbicara langsung dengan Musa bin 'Imron.

Allah berfirman, "...dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung" (An Nisa 4 : 164)

Tingkatan Kedua


Peringkat kedua adalah mendapat wahyu yang merupakan anugrah khusus bagi para nabi. Allah juga berfirman, "Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya..." (An-Nisa 4:163)

"Tidak ada bagi seorang manusia pun yang Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantara wahyu atau di belakang tabir..." (Asy Syuro 42:51)

Di ayat ini Allah mengategorikan wahyu sebagai salah satu bentuk dialog-Nya kepada hamba-Nya. Sedangkan dalam ayat yang terdapat dalam surat An-Nisa', Allah mengategorikan wahyu setara dengan dialog-Nya dengan hamba-nya.

Tingkatan Ketiga


Diutusnya rosul (utusan) dari kalangan malaikat kepada rosul dari kalangan manusia. Lantas rosul malaikat itu menyampaikan wahyu kepadanya sesuai yang diperintahkan oleh Allah

Ketiga tingkatan diatas merupakan anugrah khusus bagi para nabi, tidak diberikan kepada manusia selain mereka. Utusan dari kalangan malaikat ini adakalanya menjelma dalam wujud seorang laki-laki yang bisa dilihat dan diajak berdialog scara langsung. Terkadang malaikat tersebut juga dapat dilihat dalam wujud asli penciptaannya. dan ada kalanya malaikat tersebut merasuki rosul manusia, menyampaikan wahyu kepadanya kemudian meninggalkannya. Ketiga kondisi ini pernah dialami oleh nabi kita, Muhammad SAW

Tingkatan Keempat


Tingkatan tahdits, yaitu ilham khusus. Tingkatan ini berada di bawah tingkatan wahyu khusus dan di bawah tingkatan para shiddiqin seperti yang dialami oleh Umar bin Khoththob.
Sebagaimana yang tertera dalam sabda Nabi SAW:

"Sungguh di kalangan umat-umat sebelum kalian terdapat orang-orang yang muhaddats (mendapat ilham khusus). Jika orang seperti itu ada pada umatku, maka dialah Umar bin Khoththob"

Tingkatan Kelima


Tingkatan orang yang diberi pemahaman oleh Allah. Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. Maka Kami telah memberikan pemahaman kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat) dan kepada masing masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu..." (Al Anbiya 21: 78-79)

Baca JugaTingkatan - Tingkatan Dalam Hidayah (2)
Kultwit 1145031982252591156

Home item