Thursday, November 26, 2015

Musibah Kabut Asap Sebabkan Buah Durian Jadi Hambar?

Musim durian kembali datang seiring dimulainya musim hujan di bumi Kota Sala Lauak. Tidak merata memang karena pohon durian yang berbuah hanya ada di beberapa kampung. Di belahan kampung lain malah tidak atau belum kebagian.

Begitu juga dengan pohon durian yang menjadi idola di kampung ini, tumbuh dibelakang rumah secara normal dari biji, menjadi incaran utama para bujangan. Sedari fajar sudah ada yang menyisir di sekitarnya berharap menemukan buah terbaik yang jatuh tanpa digigit tupai.

Namun euforia musim durian kali ini terasa tidak begitu menggelora. Beberapa ibu-ibu yang juga tak kalah sigap berburu durian mulai terdengar mengeluhkan tentang rasa durian yang tak biasa. Cenderung hambar, kurang manis. Alias tawar.

Ukuran buahnya pun relatif lebih kecil ketimbang musim durian tahun lalu.

"Ini karena kabut asap. Cahaya matahari kurang terik bikin buah durian jadi gitu. Hambar" celutuk ibu.

Mungkin ada pengaruh dari musim hujan, pikir saya dalam hati. Tapi kayaknya nggak juga karena durian lebih dulu berbunga dan berbupik sebelum musim hujan datang.

"Caliak lah. Tupai se indak amuah maawai" ujar tetangga.

Tupai yang terkenal rakus itu juga terkesan ogah-ogahan memburu durian. Biasanya selain bikin buah durian berlobang, tupai sempat juga mengencinginya sampai layu dan busuk.

Namun yang namanya suka yang agak sulit dicegah. Meski musim ini buahnya relatif lebih kecil, para bujangan muda kampung ini tetap keukeh menunggui pohon durian sembari berceloteh ria seolah untuk sementara fungsi lapau telah beralih di pohon durian. Para bujang muda ini adalah mereka yang tak peduli badannya diterpa angin malam, dibisiki nyamuk lapar dan dipelototi inyiak. Motivasi mereka hanya satu, mendapatkan buah durian sebanyak mungkin.

Karena memang ada semacam hukum yang tak tertulis disini bahwa durian adalah milik bersama. Terdengar komunis?

Karena tiada yang benar-benar valid terbukti menanam dan merawatnya sampai tumbuh besar dan berbuah lebat, maka setiap buah durian yang jatuh boleh diperebutkan. Masyarakat juga mahfum bahwa poon durian tidak boleh dipetik secara massal alias panen ketika musim berbuah. Buah yang boleh diambil hanyalah yang jatuh secara murni lepas dari tangkainya. Tidak dengan campur tangan pihak manapun. Kecuali badai.

Angin badai adalah kenikmatan tersendiri. Probabilitas memperoleh durian runtuh sangat tinggi. Dahan yang memiliki banyak buah mendapatkan tekanan yang besar sehingga bakal roboh diterpa badai. Para bujang siap adu tangkas mnjadi pemungut terbanyak durian runtuh. Padahal belum tentu semua buahnya matang.

 

2 comments:

  1. Halo,

    Tulisan ini sangat menarik.

    Pertama, kabut asap memengaruhi mutu dan ukuran buah durian.
    Kedua, badai memberikan berkah karena banyak durian yang runtuh dan boleh dimakan, hahaha.

    Saya baru tahu, rupanya ada hubungan antara bencana dengan buah-buahan, tapi semoga tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

    Salam hangat dan terima kasih sudah menambah pengetahuan saya.

    Goop

    ReplyDelete
  2. […] Musibah Kabut Asap Sebabkan Buah Durian Jadi Hambar? […]

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search