Wednesday, October 28, 2015

Menguji Kualitas Mimpi

Untuk yang kesekian kali ayah mengingatkan kakak uda bahwa dia belum akan menikah dalam waktu dekat. Hal ini dipertegas dengan kenyataan bahwa uda belum kunjung memperoleh mimpi. Mimpi bertemu ular. Mimpi pertanda datang jodoh. Entah itu keyakinan murni atau sekedar cara ayah menguji kami, para bujang.

Sepupu perempuan kami yang harus menikah lebih dulu walau dia lebih muda. Dia adalah kemenakan di bawah dagu ayah menurut adat Minang. Ini berarti dia lebih jadi prioritas ayah ketimbang kamikado dari blogfriend

Tak dipungkiri uda berparas lebih plus daripada kami, adik-adiknya yang belum tahu arah hidup. Ditambah karirnya yang sedang menanjak di rantau, tak heran bila ia mudah akrab dan didekati kaum hawa. Atau sebaliknya dia yang bakal lebih dulu menebar pesona walau sebenarnya saya tidak yakin dia melakukannya. Kamu mengerti sekarang? Mereka yang berparas menawan setengah beban hidupnya lenyap.

Tuah mimpi ini berlangsung sejak lama. Ayah pernah bercerita bahwa dulu beliau juga seperti uda, pergaulan sosialnya aman dan terkendali. Mudah mendapat teman baru dan berkenalan dengan lawan jenis. Bahkan sering orang tua para gadis di kampung mengunjungi nenek untuk menanyakan status ayah. Kamu tahu, di Pariaman para lelaki "dibeli".

Maka di suatu pagi yang bebas kabut asap, nenek bertanya kepada ayah tentang mimpi melihat ular. Ayah yang masih polos perihal ini lantas menjawab dengan menggelengkan kepala. "Pastikan baju yang kamu kenakan selalu rapi dan disetrika" pesan nenek.

* * * * *


Semalam saya bermimpi. Mimpi yang tak buruk. Oleh karena itu tak apalah kalo saya ceritakan. Ya mimpi tentang ular. Mimpi tentang jodoh. Mimpi diatas mimpi.


Saya memang suka berkebun makanya saya pernah dijinkan berkebun ditanah orang. Tapi dalam mimpi semalam, kebun yang menjadi milik saya berukuran lebih luas dan berada di dataran tinggi. Ya namanya juga mimpi.


Ketika membersihkan kebun, ayunan cangkul saya menghujam sepotong bambu yang entah kenapa ada sana. Padahal tiada pohon bambu disekitar kebun. Ya namanya juga mimpi.


Seketika bambu itu robek dan tiba-tiba keluar seekor ular dari dalamnya. Saya kaget luar biasa (saya merinding ketika menulis ini). Ular besar berwarna putih (?) itu tampak terluka dan ingin menuntut balas. Saya belum siapa dengan serangan mendadak itu. Alhasil kaki saya berhasil dipatok si ular yang kemudian kabur.


Entah kenapa saya mengumpat. Saya marah bercampur kesal. Lendir racun ular itu berlepotan. Dan entah kenapa saya tidak khawatir dengan racun ular yang bisa saja mengancam nyawa mengingat ular tersebut sangat aneh. Besar, putih, bersembunyi di dalam bambu dan masih sanggup lari walau terluka. Saya malah lebih khawatir dengan lendir racun yang mengotori kaki dan bingung bagaimana harus membersihkannya.


* * * * *


Teringat obrolan ayah sama uda perihal mimpi tentang ular, tentu boleh diuji dengan diri saya sendiri. Demi menguji kualitas mimpi yang konon bertuah itu, akankah saya bakal bertemu jodoh dan menikah dalam waktu dekat?


4 comments:

  1. dari kemarin2 bingung nyari tulisan yang terakhir..ternyata ada di sebelah kiri..perasaan dari kmrn2 tulisannya "featured" semua...ga ngeh klo ada "The Latest".. btw mimpi ular malah serem :)) setiap mimpi ular, kalau ga lari, pasti berantem ama ularnya...

    ReplyDelete
  2. Maaf mas dan... nanti ganti theme lg deh..
    Sering mimpi ttg ular ya. Hmmmmm

    ReplyDelete
  3. Mudah-mudahan mimpi ular itu mempunyai maksud yang baik ya mas :D

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search