baselodotcom
Loading...

Sumatra Bukan Kamasutra

Entah ada kolerasinya atau tidak, sejak musibah kabut asap menyelubungi bumi Sumatera saat ini, lontong gulai paku mulai terasa kurang lezat...

Entah ada kolerasinya atau tidak, sejak musibah kabut asap menyelubungi bumi Sumatera saat ini, lontong gulai paku mulai terasa kurang lezat, gorengan pinggir jalan terlihat kecil, undangan pernikahan jarang mampir.

Bukan reaktif ataupun sok-sok bahas isu kabut asap, memang polusi udara itu sudah menerobos atmosfer kampung kami. Bila siang hari, kabut asap memang tak begitu kentara sehingga saya masih bisa ngebut di jalanan namun bila kamu bangun pagi dan melepaskan pandangan di areal persawahan, dijamin kamu kesulitan melihat hijaunya pucuk padi. Kabut asap menjamah embun. Kental. Hingga mengakibatkan pertumbuhan upil berakselerasi. Sampai disini saya tersadar kampung ini bagian dari Sumatara.

Kadang saya mikir, ya kadang-kadang saya mikir, kenapa di Sumatera dan Kalimantan, fenomena kabut asap ini terjadi tiap tahun saat memasuki musin kemarau? Mulai dari pencegahan dan penanggulangannya sulit dikatakan efektif dan efesien. Apakah Sumatra pengen meniru gaya ibukota Jakarta yang tiap tahun selalu dihantui banjir dan macet. Bencana jadi identitas?

Belum jua kah manusia Indonesia memahami masalah Sumatera sudah cukup menyesakkan? Mulai dari ketimpangan pembangunan, tingkat pengangguran yang tinggi, kriminalitas mulai menjurus sadis, eh sekarang isu kabut asap pun ikutan mengepung dari langit. Jika polusi ini adalah kreasi, kemana lagi bangsa akan menuju?

Time heals every wound. Mungkin hanya para introvert yang mengerti ini semua. Dan tak bijak rasanya bila dikata Sumatra sangat menderita. Eloklah bila dikomparasi dengan daerah lain di sisi negeri. Sumatera boleh dikata lebih beruntung. Walau belum pernah orang-orangnya menjadi presiden di negeri ini, namun saat ini salah satunya sedang bertaji di parlemen. Berdoalah agar pagar tidak makan tanaman.

Sumatra bukan kamasutra. Sumatra butuh aksi nyata tuk kembalikan pesona.
Sumatra 5938970133217622198

Home item