baselodotcom
Loading...

Bullying

Bullying merupakan suatu bentuk perilaku agresif yang diwujudkan dengan perlakuan secara tidak sopan dan penggunaan kekerasan atau paksaan ...

Bullying merupakan suatu bentuk perilaku agresif yang diwujudkan dengan perlakuan secara tidak sopan dan penggunaan kekerasan atau paksaan untuk mempengaruhi orang lain, yang dilakukan secara berulang atau berpotensi untuk terulang dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan dan/atau kekuasaan. Perilaku ini dapat mencakup pelecehan verbal, kekerasan fisik atau pemaksaan, dan dapat diarahkan berulangkali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas atau kemampuan.

Bullying dapat terjadi dalam setiap konteks dimana manusia berinteraksi satu sama lain seperti sekolah, keluarga, tempat kerja, rumah dan lingkungan. Bullying berkisar dari yang sederhana yang dilakukan orang per orang. Atau lebih kompleks yang dilakukan oleh kelompok seperti antara kelompok sosial atau kelas sosial, sebagai akibat dari ketidakseimbangan kekuatan sosial. Bahkan antar negara bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuatan dan/atau kekuasaan.

Kasus bullying di sekolah jarang terjadi dalam bentuk kekerasan fisik namun lebih banyak terjadi dalam bentuk kekerasan verbal dan relasional-inilah yang membuat sekolah sulit mendeteksi.

Kekerasan verbal dapat berupa memberi julukan nama yang membuat seseorang tidak nyaman, celaan, fitnah, kritik tajam, penghinaan, intimidasi, pemalakan, perampasan barang, dan pelecehan seksual dll.

Bullying disebabkan oleh keadaan lingkungan yang membentuk kepribadiannya menjadi agresif dan kurang mampu mengendalikan emosi. Kebanyakan perilaku bullying berkembang dari berbagai faktor lingkungan yang kompleks. Tidak ada faktor tunggal penyebab munculnya bullying.

Faktor Keluarga


Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah, orangtua yang kerap menghukum anaknya secara berlebihan atau situasi rumah yang penuh stres, agresi dan permusuhan. Anak akan mempelajari perilaku bullying ketika mengamati konflik-konflik yang terjadi pada orangtua mereka dan kemudian menirunya terhadap teman-temannya. Atau sering terjadi tindak kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, ketika anak tidak berani melawan orang tua, maka “perlawanan” ini ditujukan pada teman-temannya.

Faktor Sekolah


Karena pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini, terutama pada kasus kekerasan verbal dan relasional, anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi anak-anak yang lainnya. Bullying berkembang dengan pesat dalam lingkungan sekolah yang didalamnya terdapat perilaku diskriminatif, kurangnya pengawasan dan bimbingan etika, adanya kesenjangan besar antara siswa yang kaya dan miskin, pola kedisiplinan yang sangat kaku ataupun yang terlalu lemah, bimbingan yang tidak layak dan peraturan yang tidak konsisten.

Faktor Kelompok Sebaya


Anak-anak ketika berinteraksi di sekolah dan dengan teman sekitar rumah kadang kala terdorong melakukan bullying untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu, untuk mendapatkan respek dari teman, atau untuk menunjukkan di depan teman-temannya bahwa dia punya kekuatan, dia yang paling berani, dialah orang yang berkuasa dikelompoknya.

Faktor Lingkungan


Lingkungan sekitar rumah sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku bullying, misalnya anak hidup pada lingkungan orang yang sering berkelahi atau bermusuhan, berlaku tidak sesuai dengan norma yang ada, maka anak akan mudah meniru perilaku lingkungan itu dan merasa tidak bersalah, atau menganggapnya sebagai hal yang biasa yang tidak melanggar norma.. Juga tayangan berita, sinetron, film, dan media cetak yang secara vulgar menyuguhkan kekerasan, secara tidak langsung memberi legitimasi perilaku kekerasan.

Dari berbagai faktor di atas, sesungguhnya pelaku bullying merupakan korban dari fenomena siklus bullying. 'Pelaku' yang sebenarnya adalah mereka yang menutup mata terhadap fenomena ini, atau menganggapnya normal dan membiarkannya terus-menerus terjadi. Mereka seringkali adalah orang-orang terdekat pelaku dan korban, yaitu teman sebaya, orangtua dan guru.

 
Serba-Serbi 7123531843695963323

Home item