baselodotcom
Loading...

Persahabatan yang Menghasilkan Banyak Pelajaran Berharga

Diriwayatkan dari Syaqiq Al Balkhi, suatu ketika ia pernah berkata kepada Hatim Al Ashom, "Kamu sudah lama mendampingiku, lalu apakah p...

Diriwayatkan dari Syaqiq Al Balkhi, suatu ketika ia pernah berkata kepada Hatim Al Ashom, "Kamu sudah lama mendampingiku, lalu apakah pelajaran yang kau dapat?"

Hatim menjawab, "Delapan hal:

Pertama, aku perhatikan semua orang dan masing-masing memiliki orang yang dicintai. Tatkala ia memasuki liang kubur, orang yang dicintai pasti berpisah darinya. Maka aku menjadikan amal kebaikanku sebagai sesuatu yang ku cintai, agar ketika dikubur nanti ia tetap menemaniku.

Kedua, ketika aku perhatikan firman Allah SWT, "...dan menahan nafsu dari keinginan nafsu" (An Nazi'at ayat 40), maka aku berusaha betul untuk mengendalikan nafsu supaya taat kepada Allah

Ketiga, aku melihat setiap benda yang dianggap berharga oleh pemiliknya niscaya akan dijaga. Setelah itu aku perhatikan firman Allah SWT, 'Apa yang kalian miliki akan habis, sedangkan yang di sisi Allah adalah kekal' (An Nahl ayat 96), maka setiap kali aku memiliki sesuatu yang ku anggap berharga, aku segera serahkan kepada Allah agar menjadi kekal di sisi-NYA

Keempat, aku perhatikan manusia itu selalu berorientasi kepada harta, keturunan dan kedudukan yang terhormat Tidak ada yang lain. Lalu aku membaca firman Allah SWT, 'Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah diantara kalian adalah yang paling bertakwa' (Al Hujarat ayat 13), maka aku berusaha untuk bertakwa selalu agar aku mulia di sisi-NYA

Kelima, aku melihat manusia saling iri dengki. Lalu aku perhatikan firman Allah SWT, 'Kami telah bagikan penghidupan di antara mereka dalam kehidupan dunia' (Az Zukruf ayat 32), maka aku tinggalkan perasaan iri.

Keenam, aku melihat manusia saling bermusuhan lalu aku perhatikan firman Allah SWT, ' Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah ia sebagai musuh' (Fathir ayat 6), maka aku tinggalkan permusuhan terhadap sesama dan aku hanya menjadikan setan saja sebagai musuh.

Ketujuh, aku melihat manusia menghinakan diri mereka sendiri dalam mencari rezeki, lalu aku perhatikan firman Allah SWT,' Dan tidaklah satu binatang melata pun di muka bumi melainkan Allah yang menanggung rejekinya' (Hud ayat 6)

Kedelapan, aku perhatikan mereka hanya mengandalkan perdagangan, profesi dan kesehatan fisiknya. Sementara aku hanya bersandar (tawakkal) kepada Allah SWT

Hatim Al Ashom berkata, "Aku melihat rejeki berasal dari Rabb ku maka aku tidak menyibukkan diri selain dengan-Nya. Aku melihat Allah telah mengutus dua malaikat untuk menulis semua kata-kataku maka aku tidak mengucapkan selain kebenaran. Aku perhatikan manusia melihat penampilan lahiriahku sementara Allah melihat isi batinku maka aku merasa pengawasan-NYA lebih utama dan lebih wajib sehingga aku lupakan pandangan manusia. Dan aku melihat Allah selalu menyeru hamba-hamba-NYA untuk kembali kepada-NYA maka aku bersiap-siap menghadap-NYA. Ketika ajal telah tiba maka malaikat maut tidak perlu membunuhku."

Maka dikatakan, "Wahai Hatim sungguh usahamu tidak merugi"

___
Dari buku Bertakwa Tapi Tidak Dikenal (halaman 216)
Penulis Sa'id Abdul 'Azhim
Serba-Serbi 9110449626721408246

Home item