baselodotcom
Loading...

Hanya Semacam...

Beberapa kali aku merasa bahwa seharusnya aku menyela, bahwa aku perlu membela AS dan dengan demikian membela diriku sendiri; tapi sebalikny...

Beberapa kali aku merasa bahwa seharusnya aku menyela, bahwa aku perlu membela AS dan dengan demikian membela diriku sendiri; tapi sebaliknya, aku mendengarkan. Sewaktu menyinggung Perang Yom Kippur 1973, dia bertanya, “Mengapa Mesir dan Suriah menyerang Israel? Mereka tidak punya pilihan lain. Masyarakat Anda sama sekali tidak mengetahui berbagai kejahatan yang dilakukan orang Israel terhadap bangsa Arab, ancaman seperti apakah mereka itu? Atau bahwa sebenarnya perang itu perang Amerika, sedang Israel hanya pasukan infranteri kalian. Kalian mengambil lebih banyak dan belum merasa cukup hanya mencuri Palestina, negara yang oleh warganya disebut Dar al-Islam, situs abadi umat Islam dan kalian menyerahkannya kepada orang Yahudi. Kalian gunakan kekayaan untuk membuat bangsa Yahudi mengira kalian sedang membangun tanah air bagi mereka. Kalian tidak henti-hentinya mengusik orang Islam dengan fakta sejarah. Kalian lantunkan lagu-lagu indah tentang demokrasi, namun kali melihat demokrasi kalian itu adalah ketika CIA menggulingkan Mossadegh. Oh, Israel bukan masalah demokrasi atau melindungi para korban Hitler. Kalian menyiksa, berbohong dan mencuri demi minyak.”

Paragraf diatas adalah kutipan dari buku Jhon Perkins: Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional yang merupakan terjemahan dari versi asli yang berjudul The Secret of The American Empire: Economic Hit Man, Jakals and The Truth About Global Corruption. Konon buku yang ditulis oleh seorang mantan Bandit Ekonomi ini dibatasi peredarannya dan dia terancam dibunuh.

Saya gagal menahan greget di jari jemari untuk mengutip sepinjit isi buku yang saya beli secara tak sengaja 3 tahun lalu tersebut dan menampilkannya di blog karena merasa masih relevan dengan fakta dan keadaan yang berlangsung saat ini. Meski terbit tahun 2007 penulis buku ini seakan dari awal yakin bahwa AS tetap akan menjadi ‘aktor utama’ yang tak kunjung berubah perangainya sampai kapanpun. Saya tidak mengerti teori konspirasi tapi tidak terlalu bodoh untuk menyadari memang ada keterlibatan AS di balik kejadian besar saat ini.

Contohnya isu tentang ISIS, Palestina, konflik Suriah dan paling yang anyar adalah vonis mati mantan Presiden Mesir yang terpilih secara demokratis, Muhammad Mursi. Kemudian lihat kembali paragraf awal tulisan ini. Relevan?

Tulisan kali ini tentu bukan sebuah resensi buku, tulisan provokasi nan sok tau apalagi propanda. Saya tak terkait dengan pihak-pihak dan kepentingan tertentu. Hanya semacam, ini lho ada buku keren yang isinya daging semua. Sayang kalo saya tahu seorang diri.

Apakah dengan berbuat ini (mengutip) saya melanggar hak cipta? Paragraf lanjutan dari kutipan diatas semakin dahsyat lho..

Home item