baselodotcom
Loading...

Xing Liu Ming Chau

Judul diatas asli karangan saja. Saya sendiri tidak tahu artinya. Jadi abaikan saja yaa.. Ada yang momen menarik saat Grand Opening Zalezo G...

taking note


Judul diatas asli karangan saja. Saya sendiri tidak tahu artinya. Jadi abaikan saja yaa..

Ada yang momen menarik saat Grand Opening Zalezo Gym hari minggu lalu. Di sela-sela acara saya menemani kakek. Kemana kakek pergi saya ikuti. Lama tak jumpa beliau. Karena tinggal beda kota meski masih di Sumsel maka saya jarang punya kesempatan silahturahmi dengan kakek.

Selesai acara saya habiskan waktu ngobrol sama kakek. Kakek tampak sehat dan nada suaranya tetap seperti biasa, tegas dan berat. Usia beliau sudah lebih dari 85 tahun, maka saya meminta beliau masuk ke dalam ruangan saja untuk ngobrol. Khawatir saya sama kesehatannya bila lama-lama berada diluar sementara malam semakin larut. Tapi tetap beliau tak mau. Ingin menyapa para tamu katanya.

Tiba-tiba paman saya yang paling muda keluar dari ruangan Zalezo Gym. Bersama temannya dia menghampiri kakek."Pa ini teman aku" ujar paman sembari lebih mendekatkan temannya ke kakek.

"(Keturunan) orang China" tambah paman.Kakek tersenyum.

Lalu mulailah dialog paling aneh dan baru pertama kali saya lihat secara live. Kakek berbicara bahasa mandarin! Di mata saya mereka berdua tampak seperti 2 aktor laga mandarin sedang negosiasi. Teman paman bicara dengan nada melengking, tipikal orang Tionghoa sementara kakek tetap berbicara bahasa Mandarin dengan nada suara berat. Terdengar aneh namun lucu.

Waktu kecil saya dapat info bahwa kakek memang bisa bahasa mandarin. Bahkan lebih hebat dari orang Tionghoa sekalipun. Ayah pernah bercerita bahwa kakek sedari kecil sudah bergaul dengan warga Tionghoa. Sejak zaman penjajahan dulu banyak etnis Tionghoa tinggal dan berdagang di Palembang.Maka saya beruntung sekali mendapatkan momen langka ini. Saya baru kali ini melihat kakek berbicara bahasa mandarin. Langsung dengan mata dan kepala sendiri pula. Saya gagal tertawa begitu mendengar keluhan teman paman selesai berbicara dengan kakek.

"Bahasa China beliau hebat!" ujarnya sambil menggeleng kepala.

Teman paman mengaku tak terlalu menguasai bahasa Mandarin karena dia sebagai keturunan tidak belajar banyak. Waktunya dihabiskan untuk kerja dan kerja saja.

Salut saya melihat kemampuan kakek berbahasa Mandarin. Apalagi kakek tak pernah ikut  les atau kursus bahasa. Ingin rasanya belajar bahasa Mandarin kepada beliau namun takut mengganggu waktunya.Bahasa Inggris saja saya masih belepotan. Pernah belajar bahasa Arab dan Jerman waktu SMA, itupun basic-nya saja. Selain bahasa (kosakata) tentu memahami abjad dan penulisan lebih penting untuk menguasai bahasa Mandarin.Ada yang bersedia mengajari saya bahasa Mandarin? :)
zalezo 5664823260541792175

Home item