Thursday, April 09, 2015

Suami Seorang Gadis

egg girl

“Hei cepatlah, kita terlambat”, teriak seorang lelaki dari balik pintu.

Seorang wanita yang diteriaki lelakinya hanya memutar bola mata sembari memoles blush on pada pipi tirusnya. Badannya yang ramping, dibalut oleh gaun anggun berwarna nila sepanjang lutut dengan kalung mutiara melingkari lehernya, beralaskan kaki sebuah wedges berwarna silver, penampilan wanita ini sungguh mempesona.

Setelah mematut diri sekali lagi dan merasa yakin dengan penampilannya. Wanita itu keluar dari kamarnya dan memegang dengan halus pundak lelaki itu. “yuk berangkat”, begitu ujarnya. Mungkin sang lelaki terlalu terbiasa dengan pesona wanita itu, sehingga dia merasa tidak ada yang istimewa dengan penampilan wanita itu hari ini.

Sang lelaki bernama Suryo yang beristrikan Nephy, gadis blasteran Indonesia – Rusia. Perbedaan usia pasangan suami istri itu terpaut cukup jauh, sekitar 22 tahun. Awal mula mereka bertemu di sebuah perhelatan akbar acara fashion show yang dihadiri oleh model-model ternama. Suryo yang merupakan investor salah satu designer, tertarik pada Nephy yang tak lain adalah model dari designer yang ditanami modal oleh Suryo. Tak sulit bagi mereka untuk saling mengenal karena sang designer berkenan membantu proses penumbuhan benih cinta mereka. Tak perlu waktu lama bagi Nephy untuk mendapat sebuah lamaran pernikahan dari Suryo, dan beberapa minggu kemudian mereka mengadakan sebuah acara pernikahan khidmat namun elegan di sebuah taman di kawasan Bogor.

Siang ini mereka akan menghadiri acara launching sebuah hotel mewah di bilangan Kemang. Suryo yang merupakan salah satu stakeholder terkuat di hotel tersebut mendapatkan undangan VIP. Sejak memasuki lobi hotel, Suryo banyak mendapat sambutan sapaan, berbagi salam tangan dengan tiap orang yang ditemuinya. Nephy seperti boneka yang hanya mengekor Suryo dan melempar senyum manis berkharisma pada tiap orang yang menyapanya sebagai Nyonya Suryo.

Acara siang itu berlangsung meriah dan sesuai dengan rundown yang tertulis. Saat Suryo memberikan pidato di depan, Nephy beralih ke belakang untuk mengambil minum dan cemilannya. Nephy benci berada di tempat ramai tanpa ada siapapun di sampingnya, Nephy benci di nomor duakan, termasuk oleh bisnis yang dikelola suaminya.

Saat hendak mengambil cemilan, ada seorang wanita paruh baya yang kebetulan mengambil cemilan yang sama. Mereka saling bertukar senyum sesaat, sembari Nephy mempersilahkan wanita itu untuk mengambil terlebih dahulu.Dalam perjalanan pulang, Nephy hanya diam, dia merasa kesal karena sikap Suryo yang tak menganggap dirinya ada. Namun Suryo tak mengindahkan sikap diam Nephy, dan itu membuat Nephy makin kesal.

Sesampainya di rumah, ketika Suryo minta disiapkan air hangat untuk mandi, Nephy tak menjawab. Dia hanya berjalan ke kamar mandi, memutar kran air ke panah berwarna merah, yang menandakan air hangat akan mengucur dari kran tersebut. Saat Suryo sedang menikmati aromateraphy lavender berpadu dengan air hangat, ponsel Nephy berbunyi dan menampilkan sebuah pesan singkat.

“Apa kabar kau di sana? Selalu jaga ayahmu, ya nak''
 __
Penulis: 

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search