baselodotcom
Loading...

Ayahku Masih Populer di Inggris

Di usia sekarang ini saya baru saja menemukan sebuah kenyataan unik pada nama ayah saya. Sebuah paradoks. Ayah saya bernama Nasir. Sebagai o...

Di usia sekarang ini saya baru saja menemukan sebuah kenyataan unik pada nama ayah saya. Sebuah paradoks.

Ayah saya bernama Nasir. Sebagai orang sumando dalam suku Minang, ayah selalu dipanggil dengan gelarnya bukan nama aslinya. Setiap laki-laki dewasa memang dipanggil sesuai gelar yang diwarisi menurut garis keturunan ayah. Jadi nanti saya dan semua saudara laki-laki pun bakal mewarisi gelar ayah. Alhasil nama ayah jarang terdengar di seluruh pelosok kampung. Masyarakat memanggil beliau dengan panggilan Sidi atau Palo Mudo (Kepala Pemuda). Kenyataan ini saya namakan Paradoks A.

Tentu saja panggilan gelar tersebut lebih sering dilontarkan oleh kaum perempuan sebagai bentuk penghormatan secara adat. Sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat ayah lebih sering dipanggil Palo Mudo karena kedekatan beliau dengan kaum muda. Dan sebutan tersebut hanya dimiliki oleh seorang lelaki dalam tiap kampung dan tidak bisa diwariskan. Artinya saya tidak bakal dipanggil Palo Mudo nantinya karena sebagai perantau, saya tidak aktif dalam kehidupan masyarakat di kampung.

Memang asyik bagi mereka yang menjadi Palo Mudo ini populer di tengah masyarakat. Tanpa gaji atau honor, seorang Palo Mudo bakal selalu diundang dalam setiap kegiatan, musyawarah, kenduri dan event-event lain dengan pelayanan khusus. Maksudnya khusus ya beda aja. Misalnya perginya dijemput, pulangnya diantar.

Sekali lagi kenyataan ini membuat nama ayah saya tak dikenal di kampung. Bukan apa-apa sih karena memang seperti yang saya bilang diawal, kaum lelaki dipanggil berdasarkan gelar.

Lalu gimana kalo gelar mereka sama?

Pertanyaan bagus! Tak mustahil ada dalam suatu momen didapati sekelompok laki-laki berkumpul. Misal saat ada musyawarah kampung. Tentu ada yang bergelar sama hadir disana. Cara memanggil mereka adalah dengan menyebut nama mereka sesudah gelar. Contoh, Sidi Riyan ada pendapat demi musyawarah ini?

Berkebalikan dengan kenyataan pertama yang membuat nama ayah saya jadi paradoks adalah nama beliau begitu terkenal di luar negeri. Apalagi di negara-negara Eropa dan Amerika.

Para bule tentu tidak akan memanggil berdasarkan gelar kepada ayah. Dan selama mereka masih menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi selama itu pula nama ayah akan selalu disebut seantero penjuru negeri.

 

Yes Sir!

Thank you Sir!

Hello Sir. Can i help you?
Serba-Serbi 280092214807170935

Home item