Friday, July 11, 2014

Dikorbanin?

Pagi ini Bos meminta saya untuk menghadiri meeting hari Rabu besok di Plaju. Sebelumnya saya juga udah mendapat email undangan tersebut beberapa hari yang lalu. Saya terpaksa hadir. Ya terpaksa. Masalahnya materi meeting dan substansi meeting tidak bersentuhan sama sekali dengan job desc saya. Bukan bagian saya untuk materi dan hal-hal berbau begitu.



Saya nggak protes dan mengeluh kok. Hanya saya dilema saat ini. Saya...diandalkan atau dikorbankan?



Mungkin saya perlu konsultasi dengan Cak Lontong perihal definisi diandalkan dengan dikorbankan. Semua itu cukup membuat saya berprasangka. Kenapa mesti saya yang mesti hadir gitu?



Sering kali saya disodorkan untuk menghadiri meeting dengan pihak relasi perusahaan. Agak aneh memang rasanya. Materi meeting dan semua kaitannya tidak ada hubungannya dengan spesialisasi saya tapi kok tetap saya yang yang diminta maju ya. Diandalkan?



Namun sebenarnya itu semua tak masalah-masalah amat. Panggil aja programmer, 2 minggu selesai. Meeting hari esok itu sebenarnya juga membawa kenikmatan tersendiri. Ya tentu saja dengan meluncur ke Plaju berarti saya juga bisa pulang ke rumah. Ngumpul sama keluarga atau nge-gym bentar di Zalezo. Sekali jalan toh.  Baru esoknya muncul di ruang meeting. Ahh ternyata segala sesuatu itu bakal terasa enteng dan gampang kalo dihadapi dengan senyuman dan keikhlasan.



Walau hati ini berat rasanya ke Palembang karena minggu lalu juga baru pulang kesana. Ya sudah, semangat sajalah. Siapa tahu nanti ada hal-hal baik disana. Apalagi Ramadhan semakin dekat dan tinggal beberapa hari lagi, saya bisa sungkem dan bersilahturahim dengan keluarga besar di Palembang.



Jadi entah saya memang sengaja dikorbanin atau diandalkan oleh perusahaan, legowo ajalah. Meminjam kata-kata Pak Jokowi, I don't about that! Toh sampai sekarang semua itu tidak mempengaruhi peformance dan karir saya. Jadi...why so serious?

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search