baselodotcom
Loading...

SaLJ episode 3

Perjalanan audit hari ini begitu panjang dan berputar. Dari pos satu ke pos yang lain mesti menempuh rute berputar dan berliku. Jalanan berd...



Perjalanan audit hari ini begitu panjang dan berputar. Dari pos satu ke pos yang lain mesti menempuh rute berputar dan berliku. Jalanan berdebu tanpa aspal yang jadi akses utama perjalanan kami sebenarnya adalah jalan penghubung perkebunan sawit dan karet yang menjadi tanggung jawab perusahaan. Untuk keluar dari area perkebunan itu menghabiskan energi yang cukup besar. Penderita asma tidak saya sarankan melewati rute ini.



Sore hari mendekati senja, kami sampai ke kantor. Audit hari ini sesuai target. Semua pos berhasil dihajar. Hasilnya raga kami pun terkapar. Saya ingin segera merebahkan badan. Istirahat lebih dini.



Sialnya mata ini tak mampu terpejam. Niat hati ingin tidur sebelum isya biar nanti bisa shalat isya plus tahajud sulit terwujud. Raga sudah sedemikian remuk tapi mata malah masih bertenaga padahal saya sedikitpun tak menyeruput kopi.



Teringat malam ini adalah malam jum'at saya segera beranjak bangun. Mending sholat isya sekarang dan baca Al Kahfi. Semoga mendapat cahaya sampai Jumat depan.


Ini pertama kalinya saya ngaji di kantor. Biasanya kalo sedang audit di luar kota, saya menginap di mess. Namun berhubung di mess ada tamu lain dan ramai, saya memilih nginap di kantor ditemani reno, office boy yang super narsis.



Maka ketika ngaji saya merasa dipelototin padahal saya seorang diri di ruangan ini. Sementara reno sedang menabuh musik di ruangan depan. Entah siapa yang berada disini, saya merasa tak sendiri. Diimbangi suara kipas angin yang berdecit, saya duduk mengaji seorang diri.



Tiba-tiba..... Pletaaaak!!!!

 


Terdengar suara benda jatuh. Mungkin sengaja dilempar. Sumbernya tak jauh dari sisi kanan saya. Siapa yang melempar?



Selama mengaji, ruangan ini tiba-tiba jadi berisik dan gaduh. Ada saja suara benda jatuh yang terdengar. Mulai dari dekat lemari, di kolong meja dan di sudut dekat dispenser. Saya mulai tak nyaman.



Saya pun mendengar suara dinding di ketok-ketok dari ruangan depan. Saya tiba-tiba berimajinasi reno sedang kesurupan, menghantamkan kepalanya sendiri ke dinding persis kelakuan anak perempuan kecil di film The Conjuring.



Imajinasi saya keterlaluan. Begitu keluar ruangan tuk memastikan saya mendapati reno sedang memukul-mukul touchpad laptop. Dia sedang main catur rupanya. Memang touchpad laptop kantor agak keblinger, tapi kenapa anak ini tak pake mouse  yang memang sudah terpasang?


Jam dinding sudah menunjuk angka 1 lewat beberapa menit. Malam kian larut. Saya makin tak bisa tidur karena reno memanfaatkan waktu bersama saya untuk curhat. Kami memang jarang bersua. Bersua hanya bila saya melakukan audit lapangan. Sialnya saya malah tertarik dan bersemangat mendengar kisah yang dituturkannya padahal saya mesti mendapat istirahat cukup tuk audit esok hari.



Memasuki pukul 2 dini hari, reno tak menunjukkan tanda-tanda bakal menghentikan curhatnya. Saya mendengar dengan setengah sadar. Tiba-tiba.......



Terdengar nada Windows tanda laptop di ruangan depan dinyalakan. Kami langsung terdiam dan saling berpandangan. Siapa yang menyalakan laptop? Apalagi ini, pikir saya. Saya mulai merinding.



Reno saya suruh mengecek ruangan depan. Dengan agak layu, dia beranjak segera.



"Tak ada siapa-siapa Kak" ujarnya setelah kembali. Saya mendadak belo.



Dalam sekejap, kami langsung beranjak tidur. Lampu tetap dinyalakan namun sesi curhat telah berakhir. Kami menyimpan aroma ketakutan dan membawanya tidur. Selamat malam.


salj 7156476338810846850

Home item