Monday, January 20, 2014

Jadi Cheetah


Jadi gini ya rasanya bergerak berpindah tempat dengan kecepatan 110 km/jam, sungguh mendebarkan. Pagi ini saya memacu motor dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan larinya seekor cheetah. Sungguh sebenarnya saya tidak berani menggeber motor dengan segila itu. Selain dengan kondisi motor yang kurang mumpuni, saya juga ingat pesan ibu untuk tidak ngebut di jalan raya walau demi alasan apapun. Jadi ngebut segila itu baru pertama kali saya lakukan seumur hidup dan saya sudah cukup jera. Rasanya badan seakan begitu ringan, tekanan angin dari depan makin kuat membuat badan dengan mudah bisa terlempar. Untung saya itu tidak terjadi. Alhamdulillah..

Kenapa saya se-ngebut itu?

Kesiangan! Ya saya sedang berlibur ke Palembang sejak sabtu kemaren. Mungkin bukan berlibur melainkan pulang ke rumah karena saya bekerja di Sekayu. Jadi berencana pagi senin saya berangkat langsung ke kantor pagi-pagi buta dari Palembang dengan menempuh jarak 220 km lebih.

Namun apa daya rencana tinggal rencana, DIA lah yang memutuskan pada akhirnya. Karena kelamaan wisata malam di jembatan Ampera, saya bangun kesiangan. Shalat subuh pun lewat.

Padahal pagi senin ini bakal ada briefing darurat di kantor. Alhasil saya terancam telat sampe kantor. Berangkat jam 07.30 wib maka sampai Sekayu jam berapa ya. Dengan mengabaikan jalanan macet dan mampir ke SPBU, ditaksir perjalanan bakal menempuh waktu 180 menit. Maka mohon maaf........saya mesti ngebut dan menjadi seekor cheetah kesurupan pagi itu.

Alhamdulillah, singkat cerita saya menginjakkan kaki di kantor tepat pukul 09.00 wib, telat 30 menit. Dan untung pula, si mbah bos belom datang. Dengan segera saya berubah kembali jadi manusia normal walau sedikit terengah-engah. Huftttt....

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search