baselodotcom
Loading...

Histeria

Entah siapa yang mengundang, saya bersama abang sedang berada dalam suatu hajatan besar. Pernikahan paling akbar di negeri itu. Walau tanpa ...


Entah siapa yang mengundang, saya bersama abang sedang berada dalam suatu hajatan besar. Pernikahan paling akbar di negeri itu.

Walau tanpa pergelaran musik dan lagu, hajatan itu tetap meriah dan dihadiri ratusan orang. Malam yang pelan-pelan menyelimuti membuat suasana semakin akrab dan hangat.

Makanan terhidang dimana-mana. Banyak orang lalu-lalang sibuk dengan tugasnya. Para gadis berkumpul. Kaum adam entah dimana. Terlalu kikuk, saya dan abang memilih ngadem di rumah si empu hajatan.

Malam kian larut. Rumah si empu hajatan dipenuhi makanan. Ada aneka gorengan, capcay, kolak, dan buah-buahan. Namun tak ada yang menyentuh semua itu. Semua orang tampak menunggu. Saya yang sedari tadi menahan lapar tak sanggup berdiam diri. Ku melangkah menuju meja yang ada aneka gorengan dan bersiap mengambil sepotong bakwan.

Tiba-tiba terdengar suara yang amat keras.

Hujan hujaaaaaaaan!

Saya tersentak histeris. Ternyata ibu kos berkoar-koar memberitahu kami bahwa ada hujan. Maksudnya kami harus segera mengamankan jemuran masing-masing.

Aku yang terbangun dengan kaget yang bukan kepalang ikut berkoar-koar membangunkan abang yang juga tidur siang di dekat tv. Butuh 4 teriakan histeris saya sebelum akhirnya dia juga terbangun dengan heboh tak terkendali.

Ada apa ada apa? tanya abang gelagapan.

Jemuran kita. Hujaaaaan..

Udah diangkat! ujarnya setengah membentak

Ohhhh..

Harusnya saya senang karena seluruh pakaian saya selamat tanpa tersiram air dari langit sore itu, namun tetap pikiran saya gusar. Belom juga mencicipi gorengan, Ibu kos udah membangunkan saya dengan apik. Kerjasama yang bagus antara Ibu kos dan mimpi yang jenaka, bikin histeria!

Personal 5191720409683492972

Home item