baselodotcom
Loading...

Bom Sala Bulek (Repost)

Assalamu'alaykum wr wb  Bakat perlu diasah. Yang lebih tepat adalah bakat harus dibudidaya, dikelola, dikembangkan, dipadu dengan jenis ...

Assalamu'alaykum wr wb

 Bakat perlu diasah. Yang lebih tepat adalah bakat harus dibudidaya, dikelola, dikembangkan, dipadu dengan jenis lain dan disyukuri. Bakat laksana pisau.
  Makanya malam ini saya mencoba memasak. Menggoreng lebih tepatnya karena saya tidak meracik bumbu dan membuat adonan. Entah Bibi menguji saya atau memang mempercayai saya, yang jelas hasil "memasak" malam ini variatif sekali. Ada yang belum matang, sebagian gosong dan malah meledak!
  Namanya Sala Bulek bila diindonesiakan menjadi Sala Bulat, merupakan makanan khas Minang tepatnya berasal dari Pariaman. Dengan bahan utama tepung terigu, ikan, kunyit,  makanan khas nan langka ini dibentuk sedemikian rupa menjadi bundar seperti bola pingpong. Menggelinding.
  Saya tak pernah mengoreng sala bulek sebelumnya. Dulu hanya sering lihat tetangga yang berjualan anekan gorengan dan saya terbiasa melihat beliau sibuk menggoreng sala ini. Sungguh telaten.
  Karena tak punya pengalaman sebelumnya namun (cukup) berbakat memasak ditambah mental nekat maka malam ini saya mengabaikan agenda skripsi demi sebuah tujuan mulia ini. The salak bulek!
Penggorengan pertama, kurang matang.
Penggorengan kedua, gurih. Berhasil!
Penggorengan ketiga, meledak!!!
Berakhir....


  Saya gugup. Kaget setengah jadi. Entah karena minyaknya udah terlalu panas atau kurang ramah yang jelas saya melihat dengan jelas dan sadar ada sekitar 4 bola sala bulek meledak saat digoreng. Bunyi ledakan mirip mercon. Kencang banget. Seperempat volume minyak membelah udara, muncrat ke segala arah. Beberapa tetesnya mengenai wajah saya. Panas tentunya.

Benar-benar mirip letusan gunung berapi!
  Seluruh keluarga yang menunggu di ruang tengah ga kalah kaget dan berhamburan. Mereka pikir ada bom atau tabung gas meledak. Panik!
  Saya menemukan 6 sala bulek berserakan dengan rupa pecah, dinding dan lantai dapur dihiasi minyak yang muncrat.
Kapok? Ga ah.... Bakat harus dikembangkan dan terus dibudidayakan.
Wassalam
(pernah publish di hijriyan.wordpress.com)

Home item