baselodotcom
Loading...

Playboy Kabel, Facebook Dan Lain-Lain

Assalamualaikum wr wb  Dalam hukum tak tertulis dunia blog, menulis dengan judul diatas benar-benar sebuah kesalahan. Tidak aktual dan sesua...

Assalamualaikum wr wb

http://www.facebook.com
 Dalam hukum tak tertulis dunia blog, menulis dengan judul diatas benar-benar sebuah kesalahan. Tidak aktual dan sesuai trend. Ya memang sekarang yang ramai diperbincangkan di berbagai media massa negeri ini adalah sosok seorang gubernur DKI Jakarta. Maaf saya tak tertarik sajian one man show ala beliau. Mohon jangan bully saya! :)

  Saya tertarik menulis tentang Facebook bukan karena raksasa jejaring sosial ini sedang malu galau karna pinangannya ditolak oleh Snapchat melainkan karena sebuah makna sejarah.

  Saya mendengar nama Facebook pertama kali dari sebuah acara tv bernama Playboy Kabel yang dipandu oleh Uya Kuya dan rekan-rekannya. Kalo ga salah acara tersebut tayang di SCTV. Cmiiw.

  Dalam suatu episode, seorang klien yang ingin mengetahui cowoknya seorang playboy atau tidak, meminta Uya dan tim melacak aktivitas si cowok di dunia maya. Salah satu caranya adalah sweeping di Facebook. Akun dia dilacak lalu setelah ketemu segala informasi (bio) tentang dia dicatat. Tak lupa aktivitas dia juga dikuntit (stalking) untuk mengetahui seluruh interaksi sosial dia di Facebook.

  Nah...berangkat dari episode tersebut saya jadi mengenal Facebook. Saya kerap bertanya-tanya Facebook itu apa. Begitu asing. Belum pernah saya temui dan diulas di media massa.

  Awalnya saya pikir Facebook itu adalah semacam website atau blog pribadi. Wah orang Jakarta hebat ya, semua punya blog sendiri. Rajin di update pula. Begitu dugaan saya saat itu.

 Bukan mencari tahu informasi tentang Facebook lebih detail malah sejak itu saya kembali aktif ngeblog walau blog pertama saya di blogspot terbengkalai dan lenyap. Bukan karena lupa password tapi lupa akun. Semangat ngeblog saya begitu menggebu-gebu hingga saya punya banyak blog di berbagai platform seperti wordpress.com , blog.com, weebly.com, mywapblog.com, peperonity.com dan beberapa platform blog mobile. Dan semua hanya jadi alat pemuas rasa ingin tahu dan semangat belajar saja karena tak lama setelah itu semua kembali terbengkalai dan tak tahu nasibnya.

  Kembali ke Facebook..
  
  Perkara Facebook booming dan melanda Indonesia pada tahun 2008 menurut saya itu semua tak lepas dari peran media massa. Secara sederhana boleh dibilang euforia kedatangan Facebook kala itu biasa saja, banyak yang ga tau (termasuk saya), media massa-lah jadi biang kerok hebohnya kehadiran jejaring sosial besutan mahasiswa Harvard yang tak perlu disebut namanya itu.

  Nah yang menjadi inti cerita saya disini adalah bahwa saya menyadari ikut terlibat dalam demam Facebook yang melanda Indonesia kala itu. Kenapa harus terlibat? Maksud saya kenapa saya harus ikut-ikutan demam padahal jelas saya udah mengenal Facebook sebelum media massa mengupasnya. Saya tidak bermaksud menampilkan citra eksklusif melalui tulisan ini tapi hanya ingin menghakimi diri ini saja karena tidak menjawab rasa ingin tahu akan Facebook setelah nonton Playboy Kabel kala itu. Singkatnya saya selalu terlambat mengelola informasi. Dan sekarang saya menyesal terlambat lagi untuk menjawab rasa ingin tahu akan dunia hosting, bahasa pemrograman web dll. Apakah benar-benar terlambat bila baru mempelajari semua itu sekarang?

  Jadi apa pesan dari tulisan kali ini? Sigap dan cerdaslah menyerap informasi, manfaatkanlah fungsi media massa semaksimal mungkin (apalagi kalo ingin nyapres, jadi artis dll) dan tak ada kata terlambat dan tua untuk belajar. Setuju? :)

Wassalam 

Home item