Wednesday, November 13, 2013

Bukan Pemuda Indonesia

http://www.hijriyan.com
  Apa beda terjemahan dengan saduran? HVS (houtvrij schrijfpapier) itu adalah jenis kertas atau ukuran kertas?

  Awalnya saya begitu mudah menjawab pertanyaan itu. Sama saja, begitu jawaban saya. Hanya masalah istilah atau padanan kata saja. Namun setelah saya berobat ke Klinik Tong Fang membaca lebih dalam buku "Tak Ada Naskah Yang Tak Retak" saya menjadi malu sebagai pemuda harapan bangsa Indonesia. Begitu banyak salah kaprah dalam berbahasa baik secara lisan maupun tulisan, verbal atau non verbal, baku atau non baku yang telah saya lakukan. Mohon maaf..
Teks tertulis dianggap 'retak' atau tidak berterima jika tidak mengikuti ragam bahasa tulis yang baku. (Bambang Trim)
  Konon bahasa Indonesia adalah bahasa keempat tersulit di dunia. Entah bagaimana penilaiannya saya tidak paham namun saya terpaksa setuju. Bahkan bisa saja bahasa Indonesia adalah bahasa kedua tersulit di dunia setelah bahasa negara lain yang memiliki bentuk huruf yang berbeda. Kenapa? Bahasa Indonesia punya ragam imbuhan (prefiks, sufiks, konfiks, infiks), konjugasi dan lain-lain yang kenyataannya tak semua orang Indonesia menguasai sepenuhnya.

 Saya baru membaca separuh buku tersebut melalui aplikasi Moco dan itu sudah cukup membuat saya tersadar betapa diri ini masih ingkar dengan Sumpah Pemuda. Saya tak pantas disebut Pemuda Indonesia jika menulis apalagi di blog masih saja tak sesuai kaidah berbahasa yang baku. Namun begitu saya akan berusaha menjadi editor dan korektor yang baik bagi diri sendiri, harus selalu jeli dan disiplin dalam berbahasa tulisan.

  Blogger hebat tentu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setuju? 
  

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search