baselodotcom
Loading...

Si Smart yang Sekarat

Assalamualaikum wr wb source image here   Ditengah hebohnya dunia pergadgetan karena BBM untuk Android dan iOS udah meluncur resmi, saya mal...

Assalamualaikum wr wb

source image here

  Ditengah hebohnya dunia pergadgetan karena BBM untuk Android dan iOS udah meluncur resmi, saya malah mendapat derita panjang. Bukan mengeluh tapi hanya ingin menertawakan diri sendiri.

  Gio, ponsel yang setia menemani saya setiap saat dan turut andil dalam membangun blog ini sedang sekarat tingkat parah. Bahasa kerennya Hard Bootloop. Saya galau seketika melebihi kegalauan para koloni yang bersembunyi dari zombie di The Walking Dead season 4. :)

Kronologinya begini..

  Gio yang saya beli secara kredit setahun lalu ini secara defaultnya berada di versi android froyo, lalu saya upgrade 6 bulan setelahnya ke versi Gingerbread. Liat betapa kupdetnya saya baru mencicipi android gingerbread di pertengahan tahun ini padahal Samsung udah menjelaskan si Gio itu upgradeable artinya mudah ditingkatkan versinya tanpa butuh tool yang ribet.

  Berangkat dari kesadaran bahwa saya kupdet itulah saya pun intens mempelajari dunia android. Di twitter saya memfollow akun-akun yang membahas android, subscribe blog-blog khusus android dan membaca info-info terbaru tentang robot hijau tersebut.

  Alhamdulillah dengan usaha gigih dan semangat belajar yang membara saya pun menjadi master android. Itu kata teman-teman kantor saya. Hahaha. Maaf bercanda. Lha wong teman-teman kantor pengguna Blackberry semua :D

  Puncaknya karena begitu antusias dengan si robot hijau saya mengoprek si Gio berkali-kali dalam akhir-akhir ini. Bongkar-pasang custom ROM melulu. Begitu ketemu ROM ini saya langsung jajal, lalu muncul custom ROM dari developer lain saya pun penasaran dan...jajal lagi. Hingga si Gio berkali-kali berubah versinya dari Gingerbread naik ke ICS trus naik tahta lagi ke Jelly Bean. Namun tak jarang pula saya melakukan downgrade demi mencicipi ROM baru yang saya temukan. Dari Jelly Bean bisa terjun bebas ke Gingerbread . Kalo si Gio punya mulut, mungkin dia akan menggigit saya.

  Dan pada akhirnya semua mencapai batasnya. Si Gio pun anjlok hari ini, tepat ketika semua orang pamer aplikasi BBM di Android mereka masing-masing. Saya pun memendam dengki, mencibir diri sendiri. Rasain lu!

  Tadinya saya ingin mejajal custom ROM CyanogenMod 10.2 Nightly buat si Gio. Hanya 2 jam si Gio hidup dengan nyaman karena setelahnya saya penasaran dengan custom ROM ParanoidAndroid yang juga beraroma Jelly Bean. Dan sorenya pun penasaran lagi, bukan dengan custom ROM tuk Gio tapi untuk saudaranya, Ace. Saya pengen tahu bagaimana jadinya jika si Gio dipasangi custom ROM punya si Ace karena secara spesifikasi mereka berdua mirip hanya beda ukuran layar.

Bagaimana hasilnya?
Penasaran?

Prannnnnkkkkkkkk!!!

  Gio kesayangan saya pun tak sadarkan diri. Kali ini ponsel dari klan Samsung Galaxy  itu bootloop. Tepatnya hard bootloop. Gio tak mampu melakukan booting. Berkali-kali Gio hanya bisa booting dan booting dan booting lagi, menampilkan logo brandnya tanpa bisa masuk ke menu utama.

  Saya tahu apa yang harus saya lakukan. Demi kesembuhannya, Gio harus "dicuci" bersih. Harus reset factory, wipe cache, wipe partition memory, wipe dalvick dan di flashing ulang dengan stock ROM versi terendah yaitu Gingerbread 2.3.3 bukan versi 2.3.6 sebagaimana yang biasa dijalankan.

 Sembari menulis postingan ini saya mendownload firmware stock ROM tuk si Gio. Ukurannya sekitar 134 mb namun dari tadi kok belom kelar juga ya? Tercatat kecepatan download paling tinggi adalah 35 kb/s. Saya harus sabar. Demi si Gio yang sedang sekarat saya rela melakukan segalanya, termasuk bermalam di warnet ini. Halahhh...

Oh Gio yang smart dan setia, semoga masa-masa kritismu lekas berlalu.......
Aamin!

Wassalam

Home item