baselodotcom
Loading...

Lampu Abang Yung!

Assalamualaykum wr wb   Telat sebenarnya menulis postingan ini karena lampu merah yang jadi topik postingan udah lama terpasang di salah sat...

Assalamualaykum wr wb

www.hijriyan.com

  Telat sebenarnya menulis postingan ini karena lampu merah yang jadi topik postingan udah lama terpasang di salah satu persimpangan kota ini. Ya Kota Sekayu sekarang udah ada lampu merahnya alias Traffic Light. Warga Sekayu menyebutnya Lampu Abang (abang = merah). Dan mungkin inilah traffic light satu-satunya di Kota Sekayu.

  Saya mengetahui berita adanya lampu merah dari status fb salah seorang teman. Lalu saya bertanya sejak kapan ada lampu merah itu, kakak saya bilang udah satu minggu. Ohhh kemana saya selama ini!

  Saya terterima kasih kepada Pemkab Muba telah mendengar aspirasi warga yang menginginkan ketertiban lalu lintas. Persimpangan tepat terpasangnya lampu abang itu memang terkenal dengan tingkat kecelakan yang cukup tinggi dan kemacetan. Memang pada jam-jam tertentu persimpangan yang mempertemukan jalan protokol dengan jaln menuju pusat kota tersebut menjadi langganan macet karena adanya pasar tumpah.

  Kalo berangkat kerja saya tidak memilih lewat jalan protokol itu makanya saya tidak tahu ada lampu abang disana. Karena penasaran setelah mendengar kabar tersebut pulang kantor kemaren saya pun mencoba melewati persimpangan tersebut. Yup! Begitu mendekati persimpangan saya disambut oleh lampu merah yang memang merah. Saya berhenti bersama banyak pengendara motor.

  Tampaknya warga belum siap menerima kehadiran traffic light tersebut. Sembari menunggu lampu hijau nyala, saya mendengar seorang ibu berpakaian dinas pemerintahan nyelutuk ketus, ''Lampu abang yung. Sabar bae!". Bapak paruh baya yang kena semprit itu langsung ngerem mendadak walau udah melewati zebra cross. Dengan agak kesal beliau menarik mundur motornya. 

  Pemandangan lainnya yang tak kalah lucu adalah ketika seorang wanita paruh baya yang terjebak lampu merah namun berhenti terlalu di pinggir jalan. Alhasil beberapa pengendara motor yang mau belok kiri terpaksa ikut berhenti di belakangnya. Saya hanya bisa tersenyum mendengar ocehan mereka. Mau gimana lagi, si wanita paruh baya tersebut tampak cuek saja.

  Dengan adanya traffic light tersebut tampak lalu lintas di jalan protokol tersebut mulai tertib. Sebelumnya karena begitu lebar dan mulus jalan protokol sering dijadikan ajang balap liar, tak peduli siang maupun malam. Walau pos Lantas (lalu lintas) ada di dekat persimpangan tetap saja petugasnya tidak ada. Alhasil bangunan pos jaga tersebut hanya jadi pajangan.

  Diharapkan juga traffic light tersebut juga berfungsi optimal. Tak dirusak tangan-tangan jahil dan bukan sekedar menjadi aksesoris lalu lintas.

Wassalam

Home item