Wednesday, October 02, 2013

Dapat Musibah Kok Bangga?

Assalamualaykum wr wb











Source: Google

Suatu hari di ruang rawat inap sebuah rumah sakit terjadilah percakapan antar penghuni..

"Mas kakinya kenapa?"
"Kelindes ban truk"
"Masya Allah. Tapi jamaklah, anak saya malah remuk sampe ke paha. Ini mah belum apa-apa, sabar ya"

Yang lain nyahut..


"Remuk kenapa bu anaknya?"
"Kecelakaan juga bu"
"Oh anak saya malah jatuh dari lantai 3, tulang pinggulnya remuk, berbulan-bulan cuma bisa tengkurep. Anak ibu mah cuman paha, ga apa-apa"

Ada bapak-bapak...

"Nih bu liat betis saya, bolong tulangnya ke tusuk bustep motor, koma 3 hari!"

Aiiihhh.....


* * * * *


  Dari percakapan tersebut terbesit ada semacam rasa kebanggaan. Ya mereka bangga dengan penderitaan, bangga dengan musibah yang sedang menimpa.


 Benarkah demikian adanya tabiat kita semua yang diwakili oleh penghuni ruang di rumah sakit tersebut? Apakah Anda merasakan hal yang sama, bangga atau mungkin membanggakan diri padahal sedang ditimpa musibah? Ataukah saya yang terlalu souzhon alias berburuk sangka dan sinis?


Ungkapan Syukur

Tak ada satupun di dunia ini yang ingin ditimpa musibah, apapun bentuknya. Musibah selalu menyakitkan. Musibah menghilangkan kebahagiaan. Oleh karena itu setiap orang selaluberupaya agar terhindar dari segala musibah, baik dengan cara selalu berhati-hati dalam bertindak, selalu berdoa kepada NYA.


“'Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.'" (Qs. Al-Ankabut [29]:2-3)

 

Dengan jujur kita akan melihat dialog percakapan antara bapak yang tulang bolong dan ibu yang anaknya jatuh dari lantai 3 diatas tersirat sebuah bentuk syukur. Syukur karena musibah yang menimpa mereka tak lebih buruk daripada musibah yang dialami orang lain. Banyak musibah yang lebih buruk terjadi di belahan bumi lain oleh karena kita jangan mengeluh atas apa yang kita alami.


Motivasi dan Muhasabbah

Adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk saling menasehati dalam kebaikan, mengingatkan dalam sabar. Jadi apapun yang terjadi kepada saudara kita tentu hendaknya kita saling mengutkan dan memotivasi mereka jika sedang diberi cobaan.


“Tak seorang muslim pun yang ditimpa  gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Jadi ujian dan cobaan bisa menjadi penggugur dosa apabila kita sabar dan ikhlas dalam menghadapinya.

 

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy Syuro : 30).

 

Saya merenung bahwa begitu banyak nikmat yang dikaruniakan kepada diri ini, selalu siap sedia menyambut nikmat itu. Lalu ketika datang cobaan dan ujian kenapa diri ini tak siap dan malah memprotesnya. Padahal telah jelas ada keutamaan besar yang  Allah janjikan kepada hambaNYA yang bersabar.

 

Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan ganjaran/pahala  mereka tanpa batas. (Az Zumar: 10) 


Wassalam

__

#ntms -terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat yang sedang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Kaki beliau terlindas truk. Semoga diberi kesembuhan. Aamin

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search