baselodotcom
Loading...

Awas! Kebaikan itu Menyerang Balik

Assalamualaikum wr wb   Hari ini saya mendapatkan rejeki yang tak terduga, tak disangka-sangka jalannya. Begitu tepatnya nikmat itu datang k...

Assalamualaikum wr wb



  Hari ini saya mendapatkan rejeki yang tak terduga, tak disangka-sangka jalannya. Begitu tepatnya nikmat itu datang karena memang kondisi finansial saya sedang darurat stadium gawat. Alhamdulillah.


  Saya tidak bermaksud riya ataupun ujub. Hanya sekedar mensyukuri nikmatNYA. Teman saya bilang kebaikan itu seperti bumerang, menyerang balik si pelaku. Kebaikan apa yang telah saya lakukan? Saya tidak tahu dan tidak ingin tahu. Semoga ALLAH melindungi diri yang hina ini dari penyakit riya dan ujub.

  Saya pernah membaca kisah seorang anak kecil yang sedang sekarat karena suatu penyakit. Saya lupa apakah ini kisah nyata atau tidak. Di pembaringan banyak orang-orang datang menjenguknya. Ada mahasiswa, wartawan, motivator, tukang bangunan dll. Siapa anak itu? Seberapa pentingkah ia sehingga banyak orang datang menjenguknya. Konon sewaktu sehat si anak ini suka menolong. Siapapun yang ditemuinya sedang berada dalam kesulitan ia segera membantu. Dan setiap selesai menolong sesama si anak menolak diberi reward atas jasanya. Ia hanya bilang, "pay it forward" dengan maksud agar orang-orang yang ditolongnya meneruskan kebaikan tersebut. Alhasil kata-kata "pay it forward" itu menjadi gaya hidup masyarakat di kotanya. Setiap orang menjadi gemar membantu sesama dan selalu berpesan agar kebaikan yang mereka peroleh agar diteruskan kepada orang lain.

  Lalu bagaimana warga kota itu tahu bahwa si anak adalah pencipta konsep "pay it forward'' itu? Tak lain dan tak bukan itu adalah ulah si wartawan yang juga datang menjenguk si anak kecil nan ajaib tersebut. Sang wartawan tersebutlah yang menuliskan pengalamannya yang pernah ditolong oleh si anak. Sang wartawan tertarik dengan konsep menebar kebaikan  "pay it forward". Dan sekarang si anak tersebut telah keluar dari masa sekaratnya berkat mendapat bantuan dari warga kota yang datang menjenguk dan membiayai pengobatannya.

  Ada satu video yang menggambarkan pesan yang tak beda jauh dari konsep "pay it forward". Saya menemukannya beberapa hari lalu di twitter. Sila di tonton :)

http://youtube.googleapis.com/v/nwAYpLVyeFU&source=uds

  Sebenarnya jauh sebelum konsep "pay it forward" itu lahir, pesan berbagi kebaikan telah ada dalam Al Qur'an,

"Tak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)" (Ar Rahman-55:60)

  Maka dalam suasana hari nan suci Idul Adha ini sudahkah kita berbagi kebaikan kepada sesama? Hati-hati kebaikan itu menyerang balik pelakunya. Semoga kebaikan yang kita perbuat menjadi amal ibadah. Aamin!

Wassalam
___
Image: Google

Home item